Sunday, August 30, 2009

Putri Pinang Masak

Suku Talang Mamak/“Suku Tuha tersebar di empat kecamatan yaitu Batang Gansal, Cenaku, Kelayang dan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu dan di Dusun Semarantihan, Desa Suo-Suo, Kecamatan Sumai, Kabupaten Tebo, Jambi. Salah satu versi asal usul suku Talang Mamak yang sangat terkenal diceritakan dalam cerita rakyat tentang Putri Pinang Masak. Konon, di Indragiri hidup tujuh pasang putra-putri yang dilahirkan secara kembar. Ketujuh putra tersebut menjadi pemuda yang gagah berani, sedangkan ketujuh putri tumbuh menjadi gadis cantik jelita. Dari ketujuh putri tersebut, salah seorang di antaranya yang termolek, Putri Pisang Masak namanya. Berikut kisahnya menurut ceritarakyatnusantara.com.
Suku Talang Mamak/“Suku Tuha tersebar di empat kecamatan yaitu Batang Gansal, Cenaku, Kelayang dan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu dan di Dusun Semarantihan, Desa Suo-Suo, Kecamatan Sumai, Kabupaten Tebo, Jambi. Salah satu versi asal usul suku Talang Mamak yang sangat terkenal diceritakan dalam cerita rakyat tentang Putri Pinang Masak. Konon, di Indragiri hidup tujuh pasang putra-putri yang dilahirkan secara kembar. Ketujuh putra tersebut menjadi pemuda yang gagah berani, sedangkan ketujuh putri tumbuh menjadi gadis cantik jelita. Dari ketujuh putri tersebut, salah seorang di antaranya yang termolek, Putri Pisang Masak namanya. Berikut kisahnya menurut ceritarakyatnusantara.com.

Asal usul nama Kelayang

Berikut adalah kisah asal usul nama Kelayang, salah satu kecamatan yang ada di Indragiri Hulu, yang dikutip dari ceritarakyatnusantara.com, situs yang dikelola oleh Mahyuddin al Mudra, putra Indragiri Hilir pengelola Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, Yogyakarta.
Berikut adalah kisah asal usul nama Kelayang, salah satu kecamatan yang ada di Indragiri Hulu, yang dikutip dari ceritarakyatnusantara.com, situs yang dikelola oleh Mahyuddin al Mudra, putra Indragiri Hilir pengelola Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, Yogyakarta.

Tuesday, August 04, 2009

Penantang Elyas Pical itu sudah tiada

Urip Rianto dengan bersepeda ontel datang ke Jakarta, 1985. Perjalanan 4 hari 4 malam tersebut hanya berbekalkan satu buah gitar kotak karyanya sendiri. Dan itu hanya dilakukannya demi tujuan menantang Elyas Pical, sang juara dunia tinju.
Urip Rianto dengan bersepeda ontel datang ke Jakarta, 1985. Perjalanan 4 hari 4 malam tersebut hanya berbekalkan satu buah gitar kotak karyanya sendiri. Dan itu hanya dilakukannya demi tujuan menantang Elyas Pical, sang juara dunia tinju.