Tuesday, December 20, 2016

Refleksi 67 tahun Kedaulatan Nasional Indonesia

Sebentar lagi Indonesia akan memperangi 67 tahun Kedaulatan Nasional Indonesia. Kedaulatan Indonesia diresmikan dengan penandatanganan penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Indonesia, yang ditandatangani pada tanggal 27 Desember 1949.

Di Belanda, naskah Penyerahan Kedaulatan ditandatangani oleh Ratu Yuliana, PM Dr. Willem Drees, Menteri Seberang Lautan Mr.A.M.J.A.Sassen dan Drs.Moh.Hatta selaku Ketua Delegasi RIS.

Penolakan Hari Kedaulatan sebagai Hari Kemerdekaan

Indonesia sangat mengharapkan agar 17 Agustus 1945 diakui oleh Belanda sebagai hari kemerdekaan Indonesia, dengan konsekuensi Agresi Militer Belanda 1945 – 1949 adalah ilegal.

Pada tanggal 16 Agustus 2005, Menlu Belanda Bernard Rudolf Bolt di Gedung Deplu, yang Indonesia diwakili Menlu Hasan Wirajuda, mengakui untuk pertama kalinya kemerdekaan Indonesia adalah 17 Agustus 1945. Pada tanggal 17 Agustus 2005, untuk pertama kalinya, wakil Belanda menghadiri peringatan Proklamasi.

Pada tanggal 17 Agustus 2008, untuk pertama kalinya, Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende menghadiri peringatan Proklamasi Indonesia.

Dengan diakuinya kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, maka momentum 27 Desember 1949 kemudian menjadi tidak berarti lagi bagi Indonesia.

0 komentar:

Post a Comment