Thursday, July 02, 2009

Refungsionalisasi ABRI

Refungsionalisasi ABRI dijalankan pada era Soeharto yakni dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 132/1967 yang kemudian disempurnakan dengan Keputusan Presiden No. 79 tahun 1969. Refungsionalisasi ini bertujuan agar pada akhir tahun 1973 telah didapat landasan dan pangkal tolak yang pokok bagi pembangunan sistem Hankamnas dan ABRI agar dalam waktu yang tidak terlalu lama telah dapat dimiliki suatu sistem Hankamnas yang modern, baik doktrin maupun aparaturnya.
Penyempurnaan organisasi
Refungsionalisasi adalah aspek yang penting bagi penyempurnaan organisasi ABRI. Refungsionalisasi adalah penentuan dasar dan pembagian fungsi yang dilaksanakan sebagai berikut:
1. Membedakan fungsi antara Angkatan Perang (APRI) dengan Kepolisan, sehingga ABRI terdiri atas APRI dan Kepolisian (Polri). Polri berfungsi di bidang national security/social approach, APRI di bidang national security/defensive approach.
2. Semua fungsi yang bersifat politis dan strategis yang mempengaruhi politik dan strategi nasional, dipusatkan dalam satu tangan yaitu Menhankam/Pangab.
3. Semua fungsi yang bersifat umum yang berlaku bagi lebih dari satu angkatan dan tidak bersifat politis atau strategis, diatus secara sistem pembinaan tunggal.
4. Fungsi khas angkatan diserahkan pembinaan seluruhnya kepada angkatan-angkatan, di bawah pengawasan Hankam.

Dephankam dibagi atas dua tingkat, tingkat departemental dan tingkat operasional.
Tingkat Departemental
1. Eselon pimpinan.
a. Menhankam/Pangab.
b. Wapangab.
2. Eselon staf.
3. Eselon Angkatan,dipimpin Kepala Staf TNI dan Kepala Kepolisian.
4. Eselon Pelaksana Pusat:
1) Pusat Intelijen Strategis (Pusintelstrat)
2) Badan Pembekalan Umum ABRI (Babek)
3) Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas)
4) Lembaga Pendidikan Staf dan Komando Gabungan (Lemdikskogab)/Sekolah Staf dan Komando ABRI (Sesko ABRI)
5) Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri)
6) Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang)
7) Pusat Cadangan Nasional (Puscadnas)
8) Pusat Industri ABRI (Pindabri)
9) Pusat Kesehatan ABRI (Puskes ABRI)
10) Polisi Militer ABRI (POM ABRI)
11) Oditurat Jenderal ABRI (Otjen ABRI)
12) Kehakiman ABRI (Keh ABRI)
13) Survey dan Pemetaan ABRI (Surta ABRI)
14) Pusat Jasmani ABRI (Pusjas ABRI)
15) Pusat Sejarah ABRI (Pusjarah ABRI)
16) Pusat Pembinaan Mental ABRI (Pusbintal ABRI)
17) Pusat Perlawanan dan Keamanan Rakyat (Puswankamra)
18) Pusat Penerangan Hankam (Puspen Hankam)
19) Dinas Perhubungan (Dishub)
20) Badan Administrasi Veteran (Baminvet)
5.Badan Pelayanan Staf
Tingkat Operasional
1) Komando Strategi Nasional (Kostranas)
2) Komando Pertahanan Maritim Nasional (Kohanmarnas)
3) Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas)
4) Komando Wilayah Pertahanan (Kowilhan)

0 komentar:

Post a Comment